Blog Tuttorial Tips dan Update Informasi

Lazada Indonesia

Rezim Ini Sungguh Sudah Makar Terhadap Pancasila

Pancasila sebagai sebuah ideologi negara sungguh senantiasa dipandang sebagai dasar sekaligus tujuan dari negara ini. Negara yang bangsanya berprikemanusiaan, adil beradab, bersatu, dipimpin oleh hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan , dan untuk mewujudkan keadilan sosial harus diliputi oleh nilai nilai Ketuhanan. Ini seharusnya tidak bisa terjadi tanpa pembimbing atau pemimpin yang dianggap sebagai simbol dari Pancasila itu sendiri. 


makar pancasila

Tentu manusia biasa tidak ada yang sempurna, namun simbolisasi ini hanya ada pada tokoh tokoh spritual semisal mendiang Samin Surosentiko dari kaum Samin, Pemimpin yang dicintai pengikutnya, yang tahan banting dari godaan menumpuk harta pribadi dan tak berlaku surut dari penindasan penindas dan senantiasa mempimpin perwujudan keadilan yang multi dimensi serta anti terhadap kapitalisme liberal. Masyarakatnya mencintai kehidupan sosial. 

Perwujudan keadilan sosial yang menurut istilah Bung Karno “sosialisme Indonesia yang tidak adalagi kapitalisme dan I’exploitation de I’homme par I’homme”. Bung Karno selalu berpesan jika “sosialisme indonesia sebagai hari depan Revolusi Indonesia bukanlah ciptaan seseoarang dalam satu malam yang tidak tidur. Juga bukan suatu barang dagangan yang diimpor dari luar negeri, atau sesuatu yang dipaksakan dari luar masyarakat Indonesia itu sendiri, melainkan suatu perlawanan atau penentangan dari kaum yang tertekan, suatu kesadaran sosial yang ditimbulkan oleh keadaan sosial Indonesia itu sendiri, suatau historische notwendigkeit”, suatu keharusan sejarah yang mengarah pada perwujudan Pancasila seutuhnya. 

Inilah dasar dan tujuan negara kita yang membuat kita berbeda dari negara dan bangsa manapun yang ada di dunia ini. Terlepas dari perbedaan perbedaan konsep serta ajaran dari agama dan kepercayaan lain, setidaknya sama secara nilai nilai kehidupan sosial berbangsa dan bernegara. Inilah perbedaan yang menjadi rahmat, yang harus dikerjasamakan. Jika digali tentu dari sabang sampai merauke punya sejarah yang menarik untuk diambil menjadi model model untuk infrasturktur dan suprastruktur politik dimasa depan. 

Negara yang tidak adalagi penindasan dan penghisapan, warga negara yang bergerak dengan kesadaran spritual tinggi untuk bergerak membawa kemajuan negara dan peradaban dunia., berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Kaum Samin merupakan masyarakat yang dari sejarahnya sebagai gerakan politik keagamaan yang terpimpin oleh tokoh spritual Samin Surosentiko.* Sekarang ini kaum yang merupakan dari Manifestasinya Pancasila ini menghadapi musuh untuk kedua kalinya, jika dulu Pemerintah Feodal Kapitalis Kolonialis Belanda, hari ini adalah negara yang ikut didirikan mereka. Negara yang diwakili oleh rezim yang mendengungan Pancasila dan marhaenisme. 

Sungguh sebuah ironi. Keberpihakan rezim yang sekarang ini tak ubahnya sama dengan rezim Hindia Belanda atau rezim pasca 65 yaitu berpihak pada kapitalisme yang dibungkus dengan kemajuan materialistis semata namun sangat bertimpang dengan kemajuan nilai nilai yang luhur yang dianut bangsa Indonesia. Nilai kesederhanaan namun tangguh secara fisik dan mental juga pintar secara intelektual, mengejar dunia dalam rangka pengabdian pada Tuhan, memajukan ekonomi publik tanpa mengorbankan kepentingan ekosistem. 

Rezim ini menjadikan utang dan investasi asing sebagai lambung, disaat yang sama rakyat dijadikan tulang punggung dalam membayarnya. Rezim hasil dari proses demokrasi liberal yang kebablasan yang membuat benalu kapitalisme semakin menyetankan sebagian manusia manusia Indonesia, apalagi perbuatan terkutuk jika salah satunya adalah meneriakkan Pancasila namun disaat yang sama malah memunggunginya bahkan memeras merasnya dan menjadikannya hanya sebagai bahan orasi politik untuk menjinakkan pemilih. Rezim yang mengaku berjuang untuk berkepribadian secara budaya hendak memisahkan politik dan agama namun tak tahu adat negeri bahwa sebagian besar negeri ini jangankan politik bahkan adat istiadat negeri ini menjadikan agama dan kepercayaan sebagai sumber utama nilai dan hukum. 

Semangat Kaum Samin yang ketika melakukan perlawanan terhadap rezim yang masih saudara sebangsa ini masih saja berpradaban tinggi, dan tidak tergoda untuk berkata kasar apalagi melakukan pemberontakan ala ISIS atau PKI. Perlawanan ini pastinya akan memancing masyarakat lain di daerah terdampak dan rakyat yang peduli dan berprikemanusian lainnya untuk ikut melawan dengan irama Kaum Samin. Kaum yang mengaku sudah sejahtera tanpa tambang, namun dipaksa menelan pil kesejahteraan versi rezim penjual ginju dan make up merk Pancasila. Rezim ini sungguh sudah makar terhadap Pancasila dan batal demi ideologi. Ini adalah kenyataan pahit yang harus kita terima saat ini. Masihkan rezim ini bisa kita percayai lagi????.
Tag : Politik
0 Komentar untuk "Rezim Ini Sungguh Sudah Makar Terhadap Pancasila"

Apa Komentarmu ?
Catatan :
1. Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar
2. Berkomentar lah sesuai dengan tema artikel.
3. Dilarang menuliskan link aktif di kolom komentar, NO SPAM
4. Share this post G+1 sebagai support blogger Indonesia

Back To Top